img

Standarisasi Pabrik Mie Terbaik di Indonesia

Mie adalah adalah sebuah makanan yang sangat populer diberbagai belahan dunia. Selain karena bentuknya yang unik dan mudah diingat, yaitu dengan bentuk panjang namun kecil tapi memiliki tekstur yang sangat bagus sehingga ada banyak sekali orang yang menyukai makanan ini. Termasuk orang-orang dari Indonesia.

Sama seperti produk-produk lainnya, pada sebuah pabrik mie juga terdapat standarisasi khusus yang dibuat oleh lembaga sertifikasi produk agar nantinya diketahui kekurangan dan kecocokan suatu produk yang dibuat oleh pabrik. Untuk bisa membuat sertifikasi produk yang baik tentu pabrik sendiri yang harus mengajukan kepada lembaga agar bisa menganalisis produk. Bagi para pelaku usaha, hal ini memang wajib dilakukan selain memang tercantum dalam peraturan-peraturan yang ada, dalam mengetahui kualitas suatu produk sehingga nantinya bisa diketahui jika produk tersebut layak atau tidak untuk dipasarkan.

Nah, berikut adalah ulasan singkat mengenai standarisasi pabrik mie yang ada di Indonesia, simak dan cermati baik-baik agar bisa maksimal dalam penerapannya.

 

  1. Membuat data permohonan untuk diajukan

Agar bisa mendaftar untuk sertifikasi produk, para pelaku usaha diwajibkan untuk membuat sebuah formulir permohonan SPPT SNI yang dilampiri dengan fotocopy sertifikasi sistem managemant yang telah dilegalisir sebelumnya agar memudahkan dalam proses verifikasi data. Untuk meminta sertifikasi tersebut para pelaku usaha bisa mendatangi LSSM yang diakreditasi oleh komite akreditasi nasional.

Namun berbeda jika produk yang akan di sertifikasi adalah produk impor, maka sertifikasi sistem managemant  yang didapatkan juga harus dari negara asalnya yang telah melakukan perjanjuan saling pengakuan.

 

  1. Verifikasi permohonan pengajuan

Dalam langkah kedua ini, lembaga pusat akan memberikan langkah pengungkitan meliputi semua persyaratan yang telah ditentukan untuk SPPT SNI, mulai dari lokasi jangakauan lokasi audit, kemampuan memahami bahasa setempat. Dalam pemahaman bahasa juga, jika ada kesulitan atau suatu hal maka harus diterjemahkan terlebih dahulu agar sesuai. Nah, setelah itu akan terbit biaya yang harus dibayar oleh pelaku usaha atau produsen dengan proses pengungkit yang memakan waktu satu hari.

 

  1. Pemeriksaan dokumen dan sistem managemant

Selanjutnya adalah proses untuk memerika dokumen kelengkapan dan juga sistem managemant yang dilakukan dalam proses produksi. Dalam memeriksa dokumen kelengkapan terhadap sistem managemant mutu untuk standarisasi, jika ditemukan adanya ketidaksesuaian maka harus dilakukan perbaikan dalam jangka waktu kurang lebih 2 bulan. Jika hal tersebut tidak eksekutif, maka permohonan sertifikasi akan ditolak.

Selain kelengkapan dokumen, akan diperiksa juga penerapan sistem managemant mutu dilokasi produses agar bisa lebih memuat data dengan lengkap. Jika hasilnya ditemukan ketidaksesuaian maka lembaga akan melakukan proses audit ulang yang nantinya jika tidak adanya perbaikan lebih lanjut maka permohonan akan ditolak.

 

  1. Pengujuan dan penilaian sample produk

Selain memerikan dokumen dan sistem managemant, tentu produk yang dibuat juga harus diuji. Nah, dalam tahap ini produk akan diuji, dinilai dan dianalisis agar terverifikasi dengan baik produknya. Pengujian produk ini dilakukan dilaboratorium khusus dengan orang-orang yang sudah ahli dalam bidangnya. Namun bisa juga pengujian dilakukan dilaboratorium produsen tapi dengan saksi saat pengujuan dilakukan. Selain itu, produk yang diuji juga diberikan label khusus dan proses ini membutuhkan 20 hari kerja.

Setelah diuji, laboratorium pengujian akan menerbitkan sertifikasi hasilnya, dengan persyaratan jika proses pengujian tidak memenuhi syarat maka prosusen atau pelaku usaha akan diminja melakukan pengujian ulang, namun jika setelah pengujian ulang masih tidak memenihi syarat maka pemberian standarisasi akan ditolak.

 

  1. Keputusan akhir

Seluruh hal yang dilakukan mulai dari pemeriksaan kelengkapan dokumen dan sistem managemant serta pengujian produk akan dirapatkan oleh lembaga. Proses penyiapan bahan ini biasanya akan terjadi dalam 7 hari kerja.

Jika hasilnya memang sudah memenuhi syarat dan lengkap dalam hal yang dianalisis, maka lembaga akan memerikan klarifikasi terhadap produsen yang bersangkutan yang biasanya memakan waktu 4 hari kerja. Keputusan pemeberian tinjauan ini dilakuakan berdasarkan evaluasi produk yang memenuhi SNI dalam semua hal yang ditinjau. Jika semua persyaratan terpenuhi maka besoknya lembaga akan menerbitkan SPPT SNI untuk produk tersebut.

 

Nah, itulah ulasan singkat mengenai standarisari produk ataupun pabrik mie di Indonesia. Selalu pastikan pabrik mie langganan kamu memiliki standarisasi nasional ini agar bisa diketahui aman tidaknya untuk dikonsumsi.

Rekomendasi kami untuk membeli mie telor dengan merek Unggul Mie Seperti Mie Telor Cap Ulung yang dapat ditemui di supermarket dan pasar terdekat. Rasa enak dan kenyal menjadi pilihan terbaik untuk membuat resep mie telor andalamu sendiri. Kami juga memiliki Mie telor cap Mikuator dan Mie telur cap sari utama. Paling sedap untuk di santap di berbagai menu mie seperti mie rebus, mie goreng, mie tek tek, dan lain lain

Leave a comment